coco,  film bagus,  olaf’s adventure film 21 menit yg sangat mengganggu

bermula dari review bagus film coco,  setelah sekian lama akhirnya nonton bioskop lagi.  filmnya bagus sih,  bagus banget malahan.  sayang seribu sayang,  film frozen di awal pemutaran fim ini bikin saya suntuk menunggu,  suntuk sekali.  disney goblok!!!  batin saya.  kenapa film coco yg bagus harus diawali dengan film frozen.  durasinya,  21 menit,  rasanya kaya nunggu berjam2.  bikin emosi, rasanya pengin protes sama bioskop,  kenapa ga langsung film coco sih, kenapa harus nunggu film frozen yang teramat sangat tidak penting. 

bikin ekspectasi nonton coco berkurang drastis. untungnya kesabaran saya sudah naik level,  kalau tidak,  15 menit saya keluar dari bioskop dengan rasa dongkol.  kaya salah film.  macam nonton film berjudul “hijab”,  film tidak mutu diantara ayat2 cinta dan 99 cahaya. 
saya cuma bisa berdoa agar film coco tidak diselipi film pendek dari frozen.  kalau saya yg punya disney,  langsung aku taruh dibelakang film coco,  biar ga ada yg nonton…. jengkel bener,  niat nonton film bagus menjadi rusak gara2 frozen

biasannya saya cuma jadi silent rider di imdb,  sekarang iku vote,  kasih bintang 1 dari 10

Iklan

rekalkulasi bunga meruntuhkan kepercayaan terhadap bri. 

cerita tahun 2015 lalu ingin melunasi pinjaman di bri.  ternyata dikenakan rekalkulasi bunga.  parahnya perlakuan ini berlaku surut ke belakang. hutang 90 jt,  60 bulan,  bulan ke 30 mau melunasi,  eeeee kena rekalkulasi.  lumayan,  8 juta. 

menggunakan kurva gunung.  berarti rekalkulasi bunga di masa yg paling tinggi. perhitungan mudahnya, nasabah yg berutang bunga flat,  dipaksa melunasi secara anuitas. kalau diawal dijelaskan secara anuitas sih ga masalah.  tapi karena ditikung ditengah jalan lalu menimbulkan bunga rekalkulasi,  jadi bikin emosi nambah.  

seketika runtuh kepercayaan terhadap bank plat merah bri. walau dengan tidak iklas hati,  rekalkulasi tetap dilunasi.  sales bank bri terus menawarkan kredit dengan bunga lebih rendah.  “TIDAK”,  adalah jawaban yang tepat untuk membalas kesewenangan rekalkulasi BRI.  

bisa kredit di bank lain,  koperasi, bank pasar,  penggadaian ataupun apapun jasa pinjaman yang.  bunga mereka jauh lebih rendah. diawal pinjaman sudah menyertakan perhitungan anuitas,  jadi perhitungan sudah jelas tidak berubah-rubah.  

trauma rekalkulasi ini teramat mendalam,  bahkan meimbulkan dendam.  kalau ada staf yg ingin berhutang,  segera sarankan ke bank selain BRI. kalau ada yg ingin melakukan pembukaan rekening gaji,  bukalah di selain BRI. 

dampak ketidakpercayaan nasabah adalah masif. kredit maupun tabungan tidak sesuai target dan… tinggal tunggu waktu BRI akan runtuh karena ulahnya sendiri. 1 nasabah bayar rekalkulasi 8 juta,  ada yang 20  juta,  bahkan mungkin ada yg ratusan juta dikali jumlah pengguna kredit bri. triliunan kerugian nasabah tidak digubris oleh BRI. 

hal itu meyakinkan saya untuk tidak akan pinjam kredit lagi di bri,  selamanya….  bahkan keturunan saya akan saya larang keras berhutang khusus di BRI. 

uang 8 juta itu,…  saya tidak iklas…. 

kekecewaan yg dalam

kalau sudah dikecewakan,  jangan harap hati akan pulih seperti sedia kala. 

rasanya senang,  bahagia mendengar kabar bahwa orang yang mengecewakan kita menderita. 

memaafkan,  hmm pasti memaafkan,  mengiklaskan itu rumit… 

iklas itu seperti merelakan orang yang mengambil sesuatu yang teramat sangat dicintai……  rumit,  marah, menyakitkan. 

lebih menyenangkan mendengar kabar orang yg kita benci menderita.  kasihan,  tapi menyenangkan. 

hanya ada 2 cara untuk mengobati rasa benci itu

1. kembalikan barang yang dicintai itu

2. minta maaflah secara tulus… 

sulit sekali menyentuh cita-cita

semakin tua semakin kusadari adanya strata masyarakat yg tak bisa ku kejar.  semakin kudekati,  dia semakin menjauh.  aku bisa menggapainya satu atau dua hari,  kemudian sirna. 

semua kata motivasi yg kudapatkan ternyata hanya bualan kosong.  aku tak tahu cara menggapai cita2. semakin besar cita2 yang ingin kuraih,  maka semakin besar pula pengorbananku. aku adalah pemalas,  aku menikmati proses,  tp proses dalam perencanaan di kepalaku tetnyata memerlukan pengorbanan yang besar.  aku mampu membayangkan kesuksesan yang akan kuraih, namun aku tak mampu menggambar seberapa besar dampak pengorbanan yg ku lakukan untuk kesuksesanku. 

high risk high return. begitu pula sebaliknya.  hmm karena aku tipikal muderate,  aku tak bisa mengambil resiko terlalu tinggi. aku memang pengecut. pengecut yg melakukan apapun untuk bertahan hidup.  aku bukan lilin yg menerangi sekitar  tapi mengorbankan diri sendiri.  aku lebih suka menikmati cahaya bulan di malam hari 

lambe nyinyir + lambe turah

artis sukses bukan karena fansnya, 

bukan karena infotainment, 

tapi karena hasil art-nya

lambe nyinyir + turah = anjing menggonggong

kafilah tetap berlalu. 

kalau dulu istilah hacker diselewengkan para crackers,  jaman sekarang 1 haters + tukang gosip mewakili para neters/netizen yang kebanyakan kagak ngarti apa2. 

100 like bisa mewakili komentar 1 negara,  hebat betul.. 

sejak kapan neters/netizen menjadi haters? 

sejak media mainstream kalah dengan media gosip & hoax
(catatan dari komentator komentar-komentar) 

Sakit mana?

Cinta ditolak atau ditinggal kekasih?

Jawabannya adalah sama…
Cinta berganti benci…

Di satu sisi aku senang melihatmu sengsara, disisi lain aku tak tega, ingin membuatmu bahagia

CHARLIE PUTH We Don’t Talk Anymore lyrics
[Charlie / Selena]
We don’t talk anymore!
We don’t talk anymore!
We don’t talk anymore!
Like we used to do…
We don’t love anymore
What was all of it for?
Ohh, we don’t talk anymore
(Like we used to do…)
I just heard you found the one you’ve been looking
You’ve been looking for
I wish I would have known that wasn’t me
‘Cause even after all this time I still wonder
Why I can’t move on
Just the way you did so easily
Don’t wanna know
What kind of dress you’re wearing tonight
If he’s holding onto you so tight
The way I did before
I overdosed
Should’ve known your love was a game
Now I can’t get you out of my brain
(Ohh, it’s such a shame…)
That we don’t talk anymore
We don’t talk anymore
We don’t talk anymore
Like we used to do
We don’t love anymore
What was all of it for?
Ohh, we don’t talk anymore
Like we used to do
I just hope you’re lying next to somebody
Who knows how to love you like me
There must be a good reason that you’re gone
Every now and then I think you
Might want me to come show up at your door
But I’m just too afraid that I’ll be wrong
Don’t wanna know
If you’re looking into her eyes
If she’s holding onto you so tight the way I did before
I overdosed
Should’ve known your love was a game
Now I can’t get you out of my brain
Oh, it’s such a shame
That we don’t talk anymore
(We don’t we don’t)
We don’t talk anymore
(We don’t we don’t)
We don’t talk anymore
Like we used to do
We don’t love anymore
(We don’t we don’t)
What was all of it for?
(We don’t we don’t)
Oh, we don’t talk anymore
Like we used to do
(Beat break)
Like we used to do
Don’t wanna know
What kind of dress you’re wearing tonight
If he’s giving it to you just right
The way I did before
I overdosed
Should’ve known your love was a game
Now I can’t get you out of my brain
Oh, it’s such a shame
That we don’t talk anymore
(We don’t we don’t)
We don’t talk anymore
(We don’t we don’t)
We don’t talk anymore
Like we used to do
We don’t love anymore
(We don’t we don’t)
What was all of it for?
(We don’t we don’t)
Oh, we don’t talk anymore
Like we used to do
(We don’t talk anymore)
Don’t wanna know
What kind of dress you’re wearing tonight (Oh)
If he’s holding onto you so tight (Oh)
The way I did before
(We don’t talk anymore)
I overdosed
Should’ve known your love was a game (Oh)
Now I can’t get you out of my brain (Woah)
Oh, it’s such a shame
That we don’t talk anymore…