skala prioritas

Jangan selalu berpikir bahwa orang sukses adalah orang yang super sibuk hingga sampai kekurangan waktu. Orang sukses adalah mereka yang bisa mengatur waktu dengan bijak hingga ia merasa 24 jam dalam sehari adalah waktu yang sangat cukup untuk menikmati pekerjaan, keluarga, hobi, dan hubungan dengan Tuhan. Jika dengan 24 jam sehari kita masih merasa kurang waktu, itu memberi indikasi bahwa kita belum bisa mengatur waktu kita dengan bijak. Pengelolaan waktu yang bijak sangat penting untuk memaksimalkan pekerjaan kita sehari-hari.

Susunlah skala prioritas yang tepat, yaitu dengan mendahulukan lebih dulu pekerjaan yang penting dan mendesak, kemudian pekerjaan yang penting meski tidak begitu mendesak, dilanjutkan dengan pekerjaan yang tidak penting tapi mendesak. Prioritas terakhir adalah pekerjaan yang tidak penting dan juga tidak mendesak.

perlu sedikit catatan bahwa “pekerjaan yang penting-tidak mendesak, lama kelamaan akan menjadi pekerjaan yang penting dan mendesak” itulah sebabnya kerjakanlah hal yang penting-penting dulu…

Bukan masalah waktuyang kurang, tapi cara mengelola waktu yang harus lebih bijak.

Tidak mungkin kita mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, ini akan membuat kita tidak fokus dan bingung memilih mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu. Jika begitu banyak hal yang harus dikerjakan, buat suatu daftar pekerjaan beserta tenggat waktunya dan periksa kembali mana yang harus didahulukan dan mana yang harus ditunda. Biasakan menuliskan dalam suatu kertas kerja agar kita dapat melihat dengan jernih apakah memang pekerjaannya banyak atau hanya bayangan kita saja yang mengatakan bahwa kita mempunyai banyak pekerjaan. Dengan menuliskannya terlihat nanti mana yang harus kita lakukan sendiri dan mana yang bisa didelegasikan kepada orang lain.

Bisa juga daftar pekerjaan tadi kita pisahkan mana yang pekerjaan kantor, mana yang urusan pribadi. Dapat juga kita mendiskusikan dengan teman, atasan atau bawahan untuk mendapatkan pencerahan atau wawasan atau bantuan pemikiran, karena mungkin saja saking paniknya kita menjadi buntu untuk berfikir. Fokus untuk mengerjakannya satu demi satu bagaimanapun beratnya masalah yang kita hadapi..Kita akan memetik manfaatnya dan melihat bahwa ternyata semua dapat dikerjakan dengan mengerjakannya secara displin satu demi satu.

Kalau masih stress juga dan tetap merasa “Over load” coba lihat kembali kapan terakhir kali tertawa, menikmati hidup, bepergian bersama keluarga atau teman. Jika itu sudah lama sekali mungkin memang benar kita butuh istirahat dan berlibur agar dapat cerah kembali dan focus terhadap pekerjaan.

http://www.renungan-spirit.com/aneka-tips/atur_waktu.html
http://indosdm.com/stress-management-menentukan-prioritas-tugas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s