Arsip Bulanan: Desember 2011

Realirtis sang pemimpi

… Karena siang ini aku berhasil membongkar suatu rahasia. Sekarang aku mengerti mengapa hukum membolehkan orang berusia delapan belas tahun ke atas menimbuni dirinya dengan berupa-rupa kebobrokan. Sebab pada usia itu manusia sudah bisa bersikap realistis. Itulah rahasia yang kutemukan. Ajaib, bagaimana manusia meningkat dari satu situasi moral ke situasi moral lainnya. …

… Namun, tak pernah kusadari sikap realistis sesungguhnya mengandung bahaya sebab ia memiliki hubungan linear dengan perasaan pesimis. Realistis tak lain adalah pedal rem yang sering menghambat harapan orang. …

… Sungguh berbisa sengatan sikap pesimis. Ia adalah hantu yang beracun. Sikap itu mengekstrapolasi sebuah kurva yang turun ke bawah dan akan terus turun ke bawah dan telah membuatku menjadi pribadi yang gelap dan picik. Seyogyanya sikap buruk yang berbuah keburukan: pesimistis menimbulkan sinis, lalu iri, lalu dengki, lalu mungkin fitnah. …

Mendahului nasib! Dua kata yang menjawab kekeliruanku memaknai arah hidupku. Pesimistis tak lebih dari sikap takabur mendahului nasib.