Menembus Macet

Hari ini musti pergi ke semarang, padahal macetnya bukan main. pakai motor capek, naik mobil macet, mending pakai bus aja lah biar bisa tidur. Nunggu 10 menit, bus datang. Bus RESTU jurusan Surabaya Semarang. ku pilih bus Antar Propinsi karena ketepatan waktunya, berbeda dari bus lokal yang sering berhenti, lambat dan lamaaaa. dapet tempat duduk langsung molor.. ūüėÄ

Kebangun tahu2 dah nyampai daerah macet : Jl. Demak-Semarang. kemacetan dikarenakan pengecoran salah satu arah jalan sehingga arah yang lainya dipakai untuk 2 arah. padahal jalur ini termasuk jalur pantura dimana ribuan truk kontainer dengan muatan berat sering berlalu lalang di daerah ini. semakin berat bawaan, semakin lambat sehingga membuat kendaraan lain pun melambat. 

Jauh sebelum titik macet ternyata antri kendaraan sepanjang beberapa kilo, klo ikut antrian ini bisa terhambat 2 jam, padahal jarak tempuhnya cuma 1 km.  sedangkan sisi jalan berlawanan arah terlihat senggang karena sudah terhindar dr titik kemacetan.  melihat senggangnya jalan yang berlawanan arah, sopir langsung ngeblong, tancap gas wuss.. antrean kendaraan dilewati.. 

Tiba2 Priiiiiiiiiiiiiittttt.. Wah ada Pak Polisi yang berpatroli. Bus Dihentikan karena pelanggaran lalulintas. Kernet Langsung Sigap Mengambil Tasnya bergegas ke pos polisi. si sopir dengan tenang menjalankan busnya setelah titik kemacetan dilaluinya. karena penasaran, aku bertanya “loh pak kok sampean tetep nekat ngeblong padahal sudah tahu da polisi yang jaga”. dia enteng bilang “Pasarane 50 ribu mas, daripada macet” . ternyata dia sudah terbiasa melanggar kemacetan seperti ini demi mengejar waktu, karena jika terlambat dia sudah harus kembali ke surabaya. dia kemudian cerita setiap hari paling tidak sedia 200 ribu buat menerobos kemacetan.. jaga2 klo di tilang polisi. meskipun begitu dia masih bisa untung karena banyak penumpang yang menunggu bus. mereka belum di angkut kerena bus2 lain masih terjebak kemacetan .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s