Warkoshi

Warung kopi sushi, usaha yang baru ku tekuni akhir2 ini. Sejak keluar dari SMA, aku bertekat akan membuka usaha sendiri. Tp ternyata aku belum punya keahlian yang matang untuk membuka usaha. Di desa tak ada yang bisa kulakukan selain menjadi kuli.

Ku putuskan untuk pergi ke semarang bertaruh peruntungan disana. Dengan ijasah SMA aku tak bisa mendapatkan pekerjaan yang tinggi, pekerjaan yang realistis buat lulusan SMA adalah selalu di suruh-susruh oleh bos. Banyak temanku yang tidak mau ikut orang karena tidak bebas. Tapi aku tak sependapat dengan mereka. Kemampuanku belum matang. Aku perlu mengasahnya lagi. Mencuri formula bisnis dari bosku dan ku kembangkan sendiri.

Setelah mencari kesana kemari, aku diterima di sebuah restoran jepang spesialis masakan sushi. Pertama aku hanya disuruh mengantarkan makanan ke meja pelanggan. Aku merasa tak ada peningkatan jika aku terus menerus menjadi pelayan seperti ini. Ku beranikan diri bertanya sama koki cara membuat sushi. Ternyata kokinya pun tak keberatan mengajarkannya bahkan aku di minta daripada mengantar makanan mending membantunya di dapur karena dia sendiri kewalahan memenuhi pesanan pelanggan.

Pangkatku naik menjadi asisten koki. Aku menguasai cara membuat sushi. Tapi masakanku belum sebaik koki yang asli. Aku terus belajar, berlatih di rumah membuat sushi hingga rasanya enak. Yang paling beruntung dalam proses ini adaah teman2 kos. Karena mereka mendapat makanan gratis mencicipi sushi buatanku. Tak masalah buatku, ku tunggu sampai mereka bilang masakanku sama seperti masakan koki. Dan akhirnya teman2 mengakui bahwa masakanku selezat masakan restoran tempatku bekerja.

Aku sudah mendapatkan ilmunya. Saatnya aku mengembangkan usaha sendiri. Aku minta ijin bos untuk keluar dari restoran. Meskipun dengan berat hati, dia melepaskanku juga dengan harapan suapaya nasibku lebih baik. Aku memang tak pernah membuat masalah dengan bosku, tak pernah mengeluh dan menghormati siapapun di restoran ini. Suatu saat jika aku berhasil aku akan mengingat mereka semua.

Bermodal 5 juta, aku membuka kedai warung kopi dan sushi di lingkungan kampus dan perkantoran. Beruntung bagiku, aku mendapat kontrakan malam yang siangnya di pakai buat warung soto. Semua peralatan masak kecuali gas, dipinjamkan. Aku hanya butuh meja dan kkursi saja. Peralatan lain sudah kupunya. Minggu depan warungku susah bisa di buka.

Beruntung bagiku, baik mahasiswa maupun orang kantor suka kopi. Siang hari Kusediakan layanan antar jemput khusus kantor yang dekat walaupun harus jalan kaki dan naik turun gedung bertingkat. Sesekali ku selipkan brosur sushi di meja mereka. Ternyata mereka suka, selain pesan kopi beberapa memesan sushi karena sushi buatanku enak, meskipun terasa asing di lidah mereka. Tapi itulah ciri khasnya.

Malam hari tak kalah rame. Banyak mahasiswa beramai-ramai datang ke warung hanya untung ngopi-nongkrong-ngobrol. Hanya dengan secangkir kopi, mereka bisa ngobrol ber jam-jam. Karena banyak yang datang aku harus menyediakan tempat yang lebih luas lagi, sampai ku gelar tikar di trotoar. Dan pengunjung tetap asing ngobro-ngopi sambil menghabiskan waktu.

Terbayar sudah kerja kerasku, aku sudah memiliki beberapa pelanggan setia. Penghasilanku bersih 6 juta perbulan, lumayan karena aku baru merintisnya. Kedepan aku akan buka beberapa lagi di tempat lain. Jika aku punya 10 tempat berarti 60 juta. Jika punya 100 tempat berarti 600 juta. Haha, masih di dalam anganku. Tapi aku percaya bahwa jika kita punya kualitas terbaik, orang akan mencari kita….

Iklan

3 thoughts on “Warkoshi

  1. tuncho Penulis Tulisan

    ini cerita ispirasi dari pemilik kedai warkoshi, temanku yang buka kedai kopi di belakang gedung telkom dekat simpang 5 semarang.

    Balas
  2. desy

    selamat pagi….senang membaca inspirasi anda..kami memiliki warung sushi jg di ciputat/tangsel dan saat ini membutuhkan org2 yg seperti anda…tlg hubungi kami di email

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s