Menikah karena sex

​harus saya akui kalau saya nikah karena ingin sex. setahun pertama saya sengaja ga punya anak dulu karena ingin punya sex yg hebat sama istri. saya KB tanggalan dan pakai kondom saja, bukan pil/suntik. rencana berjalan lancar selaa 10 bulan dan suatu ketika saya secara tidak sengaja “keluar didalam” ketika istri sedang masa subur tanpa kondom (karena keenakan). saya khawatir akan terjadi kehamilan. 1 minggu kemudian saya cek dengan tespack ternyata negatif. bukannya senang, saya malah tambah khawatir, jangan2 ada masalah dengan kesuburan kami. saya merasa tidak jantan kalau tidak bisa menghamili istri saya.

sebulan kemudian kami sengaja melakukan HB tanpa pengaman diwaktu masa subur. 3 hari saya tespack masih negatif gan. saya benar2 menjadi khawatir dengan kualitas kesuburan kami. sebulan kemudian, ketika mau melakukan HB di masa subur, istri mengeluh sakit kepala, pusing dan sedikit mual. kirain masuk angin gan, ternyata setelah dikasih panad*l, sakitnya ga ilang. saya jadi ingat, jangan2 istri hamil, lalu saya beli tespack dan hasilnya positif. kami senang bukan main karena kehamilan ini. saya tidak tahu kenapa karena dulunya saya tdk ingin cepat2 punya anak, sekarang begitu tak sabar punya momongan. HB saya tetap berlanjut sampai HPL – 2, HB 9 bulan lebih tanpa ada datang bulan.

9 bulan 7 hari jadi suami siaga gan, sampai akhirnya anak saya lahir. saya menangis, bahagia, terharu mendengar kelahiran anak saya. kami seakan tak percaya sekarang telah menjadi seorang ayah-ibu.

mulai titik ini dan 2 bulan kedepan adalah momen yg indah. tp ternyata ada yg tdk beres dengan kehidupan kami terutama “sex”. saya mulai gusar kapan bisa HB lagi. istri jg menyadari, tp tidak bs berbuat apa2.

saya merasa tidak diperhatikan, istri saya lusuh, rumah berantakan. kalau pulang, rasanya pengin pergi lagi. tapi, saya melihat anak saya bersih, wangi dan terawat dengan baik sehingga niatan untuk pergi berkurang, saya lebih suka menimang anak walaupun cuma sebentar karena si anak nangis. HB tidak selancar dulu lagi, ini membuat saya gusar karena tak bisa menyalurkan hasrat sex saya.

5 bulan kemudian saya pindah rumah, rumah yg lama saya kontrakkan dan pindah sewa rumah yg dkt dengan kantor bersama anak istri. makin lama saya merasa tidak diperhatikan, dia sibuk mengurusi si bayi dan saya sibuk sendiri. 2 bulan kemudian, kami bertengkar hebat. seumur2 baru kali ini saya marah karena perlakuan istri. masalahnya adalah istri saya meletakkan anak saya diluar rumah karena melihat saya sibuk sendiri menggunakan HP. anak saya main tanah dan hampir memakannya, kemudian saya melempar hp saya dan buru-buru menggendongnya. melihat anak saya diperlakuan seperti itu, saya merasa anak saya ditelantarkan dan saya tidak bisa terima. saya bukan orang yg suka membentak ketika marah. saya diam saja, membopong anak saya masuk kedalam rumah dengan perasaan marah.

istri saya diam saja seperti menaruh dendam kepada saya. dengan rasa marah yg tertahan istri saya lewat didepan saya dan seolah mengacuhkan keberadaan saya dan anak saya. tanpa saya dapat menahan amarah lagi, saya tendang dengan keras box mainan anak saya yg berada didepan saya. mainan hancur berantakan. kaki saya lecet, tp saya tidak merasakannya karena dikuasai amarah. istri terkejut bukan main dia diam, dan minta minta anak saya supasa dia yg gendong.

anak saya tidak melihat kejadian itu karena posisinya yg menghadap kebelakang, tp tampak dia terkejut dengan kejadian ini walaupun tak memahami apa yg terjadi dengan kedua orang tuanya. saya pun tak ingin melihat anak saya yg berusia 7 bulan melihat kejadian pertengkaran yg semestinya tidak terjadi..

istri pamit ke warung sambil bawa anak, dia pergi sambil nangis. saya diam dan melihat mainan kesayangan anak saya yg hancur akibat ulah saya. saya merasa sedih dan bersalah karena saya melampiaskanya kepada anak saya walau tidak secara langsung.

masalah ini tak boleh dibiarkan berlarut2. seharian kami saling diam. sampai akhirnya, istri bicara “pa, itu mainan kesayangan adek, sayang sudah rusak” saya tahu arah bicaranya kemudian bilang dengan nada datar”ma besok lagi, adek jgn ditaruh diluar ya. kotor”. kemudian istri bilang “pa, tolong bantuin mama ya, jangan sibuk main hp terus” kemudian saya jawab “bantu apa ma, mama tak pernah bilang” istri jawab “bantu jagain adek pa, mama ga bisa beresin rumah sambil pegang adek”. terus saya bilang “maaf mama, aku gak tahu pekerjaan rumah itu harus bagaimana” dia jawab “papa ga perlu beresin rumah, jagain adek aja. jangan main hp terus. maaf tadi adek ku taruh diluar”

dia peluk saya dan menangis. saya merasa bersalah dan besok akan menjaga anak ketika istri lagi beresin rumah. main HP dikurangi. bahkan HP andro saya ganti dengan hp Jadul yg hanya bisa buat telefon dan sms saja.

masalah kita ternyata adalah komunikasi, setelah kejadian itu, sampai sekarang masalah rumah tangga apapun selalu kita bicarakan terbuka. masih ada ruang privasi masing2, tapi untuk kebutuhan rumah tangga, tidak ada rahasia. dia tidak segan lagi minta bantuan, dan saya selalu siap membantunya. tak pernah adalagi pertengkaran soal itu. soal HB pun lancar setelah kejadian itu, saya hanya KB tanggalan dan Kondom. istri saya tidak pernah KB karena kami khawatir libido akan menurun. sampai saat ini usia anak saya hampir 3 tahun. saya belum berencana menambah momongan, karena jika sex tidak lancar maka kejadian diatas kemungkinan besar terulang dengan versi yg lain.

nikah yg dulunya hanya ingin merasakan sex, sekarang berubah menjadi membahagiakan keluarga.

saya merasa sex memang berhubungan erat dengan kebahagian rumah tangga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s