sulit sekali menyentuh cita-cita

semakin tua semakin kusadari adanya strata masyarakat yg tak bisa ku kejar.  semakin kudekati,  dia semakin menjauh.  aku bisa menggapainya satu atau dua hari,  kemudian sirna. 

semua kata motivasi yg kudapatkan ternyata hanya bualan kosong.  aku tak tahu cara menggapai cita2. semakin besar cita2 yang ingin kuraih,  maka semakin besar pula pengorbananku. aku adalah pemalas,  aku menikmati proses,  tp proses dalam perencanaan di kepalaku tetnyata memerlukan pengorbanan yang besar.  aku mampu membayangkan kesuksesan yang akan kuraih, namun aku tak mampu menggambar seberapa besar dampak pengorbanan yg ku lakukan untuk kesuksesanku. 

high risk high return. begitu pula sebaliknya.  hmm karena aku tipikal muderate,  aku tak bisa mengambil resiko terlalu tinggi. aku memang pengecut. pengecut yg melakukan apapun untuk bertahan hidup.  aku bukan lilin yg menerangi sekitar  tapi mengorbankan diri sendiri.  aku lebih suka menikmati cahaya bulan di malam hari 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s